37 tahun bukan waktu yang singkat untuk mengabdi memberikan pelayanan publik.

Tapi bagi Wakil Direktur Umum dan Keuangan RSUD Kabupaten Jombang, Anang Sumariono, rumah sakit bukan sekadar tempat kerja. Melainkan rumah kedua tempat ia tumbuh, belajar, dan mengabdi sepenuh hati.

Pria kelahiran 8 April 1969 ini sudah 37 tahun mengabdikan diri di rumah sakit daerah kebanggaan masyarakat Jombang. Ia mengawali pengabdiannya sejak 1988.

Anang lahir dari pasangan H.Muntolip dan Hj.Muryati, asal Desa Mojokrapak, Kecamatan Tembelang, Jombang. Sejak kecil, ia dikenal tekun dan sederhana.

Dunia kesehatan ternyata sudah akrab dengannya sejak remaja. Ia menekuni profesi kesehatan berawal dari pendidikannya di Sekolah Perawat Kesehatan (SPK) yang bertempat di Jombang.  Usai lulus SPK, ia memutuskan untuk langsung bekerja mengabdi sebagai perawat.

’’Setelah lulus SPK langsung diterima di rumah sakit ini. Saat itu memang sedang butuh perawat dan tahun 1988 saya mulai kerja,’’ kenangnya sambil tersenyum.

Setahun setelah mengabdi, Anang kemudian diangkat jadi pegawai negeri Sipil (PNS). Karir Anang dimulai dari bawah. Ia sempat bertugas di ruang bangsal sebagai perawat. Lalu berpindah ke Unit Gawat Darurat (UGD). Dari sinilah pintu rezeki dan tanggung jawab baru terbuka.

RSUD Jombang saat itu membutuhkan tenaga anestesi, dan Anang pun menantang diri melanjutkan pendidikan D3 Anestesi di Universitas Airlangga Surabaya.

’’Waktu itu saya kuliah sambil kerja. Selama kuliah tidak dapat tunjangan fungsional, hanya gaji pokok saja, karena harus tinggal di asrama Surabaya,’’ ujarnya.

Meski demikian, Anang tetap semangat menjalani studinya. ’’Semua saya jalani dengan ikhlas. Namanya juga belajar,’’ tambahnya.

Lulus dari Unair pada pertengahan 1995, Anang kembali ke Jombang dan melanjutkan pengabdiannya di kamar operasi RSUD. Meski sudah mengabdi, ia tak berhenti belajar. Anang kemudian melanjutkan studi S1 Keperawatan di Universitas Darul Ulum Jombang. Kemudian S2 Manajemen Kesehatan di Kediri, yang diselesaikan saat masa pandemi.

Selama lebih dari tiga dekade bekerja di rumah sakit yang sama, Anang pernah memegang berbagai posisi. Dari perawat bangsal, perawat anestesi, wakil kepala instalasi anestesi, hingga akhirnya dipercaya menjadi Wakil Direktur Umum dan Keuangan RSUD Kabupaten Jombang sejak September 2025.

Meski kini menjabat di posisi strategis, gaya kepemimpinannya tetap sederhana. Anang punya komitmen tinggi sesuai bidangnya. Yakni meningkatkan tata kelola keuangan dan pelayanan publik menjadi rumah sakit unggulan.

’’Bagi saya, keuangan rumah sakit itu bukan sekadar angka di laporan. Itu amanah dari masyarakat yang harus dikembalikan dalam bentuk pelayanan yang lebih baik,’’ tuturnya.

Anang menekankan pentingnya pengelolaan keuangan yang sehat, transparan, dan akuntabel. Agar rumah sakit bisa terus meningkatkan mutu pelayanan. Di bawah koordinasinya, RSUD Jombang mulai bertransformasi dengan sistem digital: Rekam medis elektronik, antrean online, hingga resep tanpa kertas.

’’Sekarang pasien bisa daftar dari rumah, tahu jam berapa harus datang. Bahkan obat bisa diantar langsung ke rumah,’’ jelasnya dengan bangga.

Perubahan itu bukan semata soal teknologi. Tapi soal komitmen memberikan pelayanan yang lebih manusiawi dan efisien. ’’Kalau keuangan sehat, pelayanan bisa meningkat. Kalau pelayanan meningkat, kepercayaan masyarakat ikut tumbuh. Itu tujuan akhirnya,’’ ungkapnya.

Setelah 37 tahun mengabdi, Anang tetap berkomitmen memajukan RSUD Jombang. ’’Sejak awal di sini, ya di sini terus. Insya Allah sudah hafal luar dalamnya rumah sakit ini,’’ ujarnya seraya tertawa kecil.

Bagi Anang Sumariono, loyalitas bukan soal lamanya bekerja, tapi tentang bagaimana terus memberi manfaat. ’’Saya hanya ingin RSUD Jombang terus maju dan dipercaya masyarakat. Karena di sanalah letak kebahagiaan seorang abdi negara,’’ tegasnya.