Wakil Direktur Pelayanan RSUD Jombang, dr Hendri Marzuki berkomitmen mewujudkan pelayanan paripurna untuk publik.

Sejak mengemban amanah per 7 November lalu, kini ia mulai melakukan orientasi dan evaluasi untuk melahirkan inovasi dalam bidang pelayanan.

Dokter Hendri Marzuki memiliki perjalanan hidup dan karir yang panjang, berliku, sekaligus menginspirasi.

Sebelum menjadi PNS, ia pernah menjadi dokter praktik swasta, klinik hingga konsultan kesehatan kerja di beberapa perusahaan.

Lahir di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, 31 Oktober 1970, putra pertama pasangan almarhum H Tahulluddin dan almarhumah Hj Daniah ini menapaki hidup dari desa kecil bernama Desa Dawas, Kecamatan Sungai Lilin Kabupaten Musi Banyuasin.

Masa kecil hingga remajanya dihabiskan di Musi Banyuasin. Mulai pendidikan di SD Negeri Desa Dawas, lalu SMP dan SMA di kabupaten yang sama.

Usai lulus SMA pada 1988, ia mengikuti keinginan sang ibu untuk menjadi dokter.

Namun perjalanan meraih gelar dokter tidak semulus bayangan.

Meski sempat mencoba masuk universitas negeri melalui Sipenmaru di Universitas sriwijaya ( UNSRI ), Universitas Gajah Mada (UGM), dan Universitas Padjajaran (Unpad), namun ia akhirnya masuk Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang.

Masa pendidikan kedokteran zaman itu tidak semudah yang dibayangkan.

Menempuh pendidikan di kampus swasta membuatnya wajib mengikuti ujian negara di universitas negeri.

’’Saya kuliah selesai, tapi antri ujian negara lama sekali. Total waktu tempuh pendidikan mencapai sekitar 10 tahun hingga tuntas menjadi dokter,’’ kenangnya.

Setelah meraih gelar dokter pada 2000, ia langsung mendaftar sebagai dokter PTT Kementerian Kesehatan.

Penempatan pertamanya di Puskesmas Pulorejo, Kecamatan Ngoro, Jombang, Jawa Timur. Daerah yang kemudian menjadi rumah kedua baginya.

Selesai masa PTT pada 2005, Hendri memilih berkiprah di swasta. Ia bekerja sebagai dokter perusahaan.

Sekaligus konsultan kesehatan kerja di tiga perusahaan, klinik swasta, serta membuka praktik mandiri yang bekerja sama dengan BPJS kesehatan.

Tahun 2014 menjadi titik balik penting. Ia masuk sebagai PNS dan ditempatkan di Puskesmas Tapen, Kecamatan Kudu.

Setahun kemudian, usai menyelesaikan masa CPNS, ia langsung dipercaya menjadi Kepala Puskesmas Tapen.

Di tahun itu, karirnya mulai menanjak. Tahun 2018 ia dipindah menjadi Kepala Puskesmas Bandarkedungulyo.

Lalu pada 2021, ia naik ke level rumah sakit, menjadi Kepala Pelayanan Medis RSUD Ploso.

Dua tahun kemudian, pada 2023, dr Hendri dipercaya menjadi Direktur RSUD Ploso.

Lalu, pada 7 November 2025, ia resmi dilantik sebagai Wakil Direktur Pelayanan RSUD Jombang.

Mengemban amanah baru di RSUD Jombang, dr Hendri membawa impian besar. Ia ingin rumah sakit daerah ini menjadi pilihan utama masyarakat.

’’Saya ingin RSUD Jombang pelayanannya benar-benar paripurna, efektif, efisien, dan mengutamakan keselamatan serta kesembuhan pasien,’’ ujarnya.

Setelah bertugas, ia mulai melakukan orientasi untuk memetakan persoalan pelayanan dan menyiapkan inovasi.

Baginya, pelayanan kesehatan harus terus berkembang sesuai kebutuhan masyarakat.