RSUD JOMBANG terus mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan mental di tengah derasnya arus digitalisasi. Melalui program “Humas RSUD JOMBANG Menyapa” yang digelar Rabu 6 Mei 2026, masyarakat diajak lebih sadar terhadap dampak penggunaan teknologi dan media sosial yang berlebihan.
Dalam kegiatan tersebut, psikolog CH. Widayanti, S.Psi., M.Si., M.Psi. menjelaskan bahwa era digital membawa perubahan besar terhadap pola hidup masyarakat. Paparan informasi yang datang tanpa henti dinilai menjadi salah satu pemicu utama gangguan kesehatan mental.
Menurut Widayanti, gejala awal yang sering tidak disadari masyarakat adalah mudah lelah, sulit fokus, hingga menurunnya konsentrasi.
“Otak manusia sebenarnya tidak dirancang menerima stimulasi informasi secara terus-menerus dalam waktu bersamaan. Ketika dipaksa menerima semua itu sekaligus, otak akan mengalami kelelahan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, media sosial, berita negatif, serta tuntutan untuk selalu mengikuti perkembangan informasi menjadi faktor yang memicu tekanan psikologis.
Dalam paparannya, Widayanti mengungkapkan lima penyebab utama kecemasan di era digital. Pertama, overload informasi akibat banjir notifikasi dan konten yang terus muncul. Kedua, perbandingan sosial yang membuat seseorang membandingkan hidupnya dengan orang lain di media sosial.
Ketiga, kebutuhan validasi melalui jumlah like, komentar, viewers, dan respons di media sosial. Keempat, fenomena FOMO (Fear of Missing Out) atau rasa takut tertinggal tren. Kelima, batas antara waktu kerja, istirahat, dan hiburan yang semakin kabur karena ketergantungan pada gawai.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai tanda-tanda kecemasan digital seperti sulit lepas dari handphone, overthinking, insomnia, mudah lelah, hingga kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain.
“Jika dibiarkan, kondisi ini bisa berkembang menjadi burnout, gangguan tidur, kecemasan berat, bahkan depresi,” terangnya.
Sebagai langkah pencegahan, masyarakat disarankan membatasi penggunaan gawai dan memberikan waktu istirahat bagi otak dari paparan layar digital.