RSUD Jombang kembali melahirkan inovasi di bidang layanan kesehatan.

Salah satunya, inovasi penanganan bedah saraf dengan metode minimal invasif atau neuroendovascular, yang memungkinkan tindakan operasi tanpa harus membuka tempurung kepala pasien untuk keluhan penyakit pada sistem saraf khususnya stroke.

Dokter Spesialis Bedah Saraf RSUD Jombang, dr. Hera Prasetia, Sp.BS., M.Kes., FINPS, menjelaskan inovasi ini merupakan bentuk kemajuan signifikan dalam pelayanan saraf di rumah RSUD Jombang.

”Kalau dulu tindakan bedah saraf harus dilakukan secara invasif atau membuka tempurung kepala, sekarang sudah bisa dilakukan dengan metode minimal invasif, hanya melalui sayatan kecil di area pembuluh darah,” ujarnya.

Menurut dr. Hera, teknik neuroendovascular dilakukan dengan memasukkan kateter melalui pembuluh darah di area paha yang kemudian diarahkan hingga ke otak menggunakan bantuan alat berteknologi tinggi.

”Jadi tindakan ini hanya memerlukan sayatan kecil, tidak perlu membuka kepala. Prosedur dilakukan lewat pembuluh darah dengan alat khusus seperti kawat halus atau coil,” terangnya.

Metode tersebut terutama digunakan untuk menangani kasus aneurisma atau pelebaran pembuluh darah di otak yang berisiko pecah dan menyebabkan stroke perdarahan.

”Dengan metode ini, pembuluh darah yang bermasalah bisa dibuntu dari dalam menggunakan coil, sehingga tidak mudah pecah dan aliran darah kembali normal,” jelasnya.

Pendekatan minimal invasif ini tidak hanya mempercepat waktu pemulihan pasien, tetapi juga menurunkan risiko komplikasi pasca operasi.

”Kalau dulu pasien perlu waktu lama untuk pulih karena operasi besar, sekarang bisa lebih cepat dan aman,” ujarnya.

RSUD Jombang menjadi salah satu rumah sakit daerah di Jawa Timur yang sudah menerapkan teknologi neuroendovascular secara terpadu, berkat kolaborasi antara dokter bedah saraf dan dokter spesialis saraf.

”Di sini kami bekerja secara komprehensif. Pasien stroke atau cedera kepala ditangani bersama sejak dari IGD, dilakukan pemeriksaan DSA (Digital Subtraction Angiography) untuk memastikan apakah perlu tindakan operasi atau cukup perawatan,” tutur dr. Hera.

Keberhasilan penerapan metode baru ini menunjukkan RSUD Jombang juga mampu menghadirkan layanan berstandar tinggi.

”Kami ingin menunjukkan penanganan kasus bedah saraf di RSUD Jombang tidak kalah dengan rumah sakit besar. Inovasi ini untuk keselamatan pasien, agar penanganan lebih cepat dan hasilnya lebih baik,” pungkasnya.